Html5 042

Selasa, 29 Januari 2019

Tugas gambar






1.Logo Widya informatika




 2.BackGround Bunga
 3.BackGround  Batik


4.Embun Pagi






Tips menggambar mudah untuk anak"

Assalamualikum..
Saya akan membagi kan tips menggambar mudah untuk anak'' yang gemar menggambar..
Semoga dapat menumbuhkan minat dan bakat seni anak indonesia dalam menggambar..
selamat mencoba..😄














Selasa, 22 Januari 2019

Melipat Baju dengan cara cepat

Hay Teman teman..
Buat kalian yang mempunyai tumpukan baju di rumah yang belum di lipat dengan rapi di sini saya akan membagikan video  langkah-langkah cara melipat baju dengan cepat ..
Melipat baju kaos,atau kemeja merupakan kegiatan yang sangat merepotkan bukan?
walaupun sebenarnya itu perkerjaan yang sangat sederhana..
lagsung saja yuk kita simak video berikut ini .
selamat menonton guys..semoga bermanfaat..







Limbah yang berguna

Hayy Guys ...
Buat kalian yang mempunyai barang -barang bekas yang sudah tidak terpakai .salah satunya botol-botol bekas minuman yang sudah tidak terpakay teryata banyak sekali manfaat nya loh..
dari pada menjadi sampah yang berserakan menjadi limbah lebih baik kinta manfaatkn ya guys..lagsung aja  yuk kita simak video di bawah ini bagai mana langkah-langkah membuat bunga mawar dari botol bekas minuman..
Selamat menonton ya Guys😀..







Selasa, 15 Januari 2019


Sejarah Pulau Penyengat dan Keunikan Mesjidnya



Mesjid Penyengat.
TANJUNGPINANG, Kepritoday.com – Suatu hal yang tercatat dalam sejarah adalah bahwa mesjid ini merupakan satu-satunya peninggalan Kerajaan Riau-Lingga yang utuh. Harap diingat, Penyengat pada akhirnya tidak saja sebagai tempat berkedudukannya seorang Yang Dipertuan Muda atau semacam Perdana Menteri Kerajaan Melayu Riau-Lingga, tetapi juga tempat kedudukan Sultan sejak tahun 1900 dengan segala macam pembangunan fisiknya; sebutlah di antaranya berbagai macam istana, mahkamah, rumah sakit, listrik, dan jaringan telepon yang tersedia sebelum abad ke-20.
Alkisah, nama pulau Penyengat muncul dalam sejarah Melayu pada awal abad ke-18 ketika meletusnya perang saudara di Kerajaan Johor-Riau yang kemudian melahirkan Kerajaan Siak di daratan Sumatera (masih di Riau). Pulau ini menjadi penting lagi ketika berkobarnya perang Riau (akhir abad ke-18) pimpinan Raja Haji Fisabilillah yang pada tahun 1997 diangkat sebagai pahlawan nasional. Raja Haji menjadikan pulau ini sebagai kubu penting yang dijaga oleh orang-orang asal Siantan, dari kawasan Pulau Tujuh di Laut Cina Selatan.

Cerita rakyat menyebutkan, nama pulau tersebut diambil dari nama binatang yakni penyengat (sebangsa lebah), semula dikenal sebagai tempat orang mengambil air dalam pelayaran di kawasan ini. Konon, suatu kali para saudagar yang mengambil air di situ diserang binatang tersebut. Pihak Belanda sendiri menjuluki pulau itu dengan dua nama yakni Pulau Indera dan Pulau Mars. Kini pulau itu lebih dikenal dengan nama Penyengat Inderasakti.
Pada tahun 1805, Sultan Mahmud menghadiahkan pulau itu kepada istrinya Engku Putri Raja Hamidah, sehingga pulau ini mendapat perhatian yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya. Perhatian itu semakin mantap dinikmati Penyengat, ketika beberapa tahun kemudian, Yang Dipertuan Muda Jaafar (1806-1832) memindahkan tempat kedudukannya di Ulu Riau (Pulau Bintan) ke Penyengat, sedangkan Sultan Mahmud pindah ke Daik-Lingga.
Dengan pengalamannya sebagai pengusaha timah di Semenanjung Malaya dan selalu berpergian ke berbagai tempat sebelum diangkat menjadi Yang Dipertuan Muda, Raja Jaafar membangun Penyengat dengan cita-rasa pemukiman yang molek. Sejumlah pengamat asing menyebutkan, Penyengat ditata sebaik-baiknya tempat yang terlihat dari penyusunan pemukiman, keberadaan tembok-tembok, saluran air, dan jalan-jalan. Pada gilirannya, Sultan Abdurrahman Muazamsyah, tahun 1900 memindahkan tempat kedudukannya dari Daik ke Penyengat.

Setelah menolak menandatangani politik kontrak dengan Belanda dan melakukan berbagai macam bentuk perlawanan, Sultan Abdurrahman Muazamsyah diturunkan dari tahta oleh penjajah. Tak seorang pun orang Melayu yang bersedia menjadi Sultan setelah itu, Abdurrahman Muazamsyah bahkan mengilhami orang-orang Riau meninggalkan Penyengat menuju Singapura dan Johor tahun 1911. Hanya beberapa ratus orang penduduk dari 6.000 orang penduduk waktu itu yang tinggal di Penyengat setelah peristiwa tersebut.
Dengan demikian, bangunan-bangunan kerajaan terbiarkan, bahkan dijarah. Selentingan dari penduduk terdengar cerita tentang bagaimana di antara para bangsawan mengharapkan agar bangunan-bangunan yang ada hendaklah dirubuhkan daripada diambil oleh Belanda. Tindakan semacam itu tidak mungkin dilakukan terhadap Mesjid Sultan, malahan rumah ibadah ini dipelihara baik sebagaimana mestinya sebuah rumah ibadah.
Sebenarnya, Mesjid Sultan di Pulau Penyengat sebagaimana disebutkan dalam Tuhfat al-Nafis (buku sejarah Melayu) karya Raja Ali Haji, dibangun seiringan dengan dihadiahkannya pulau tersebut kepada Engku Putri Raja Hamidah oleh Sultan Mahmud. Cuma saja, waktu itu, mesjid tersebut terbuat dari kayu. Raja Jaafar yang membangun Penyengat sebagai bandar modern hanya pernah memperlebar mesjid itu karena penduduk Pulau Penyengat semakin banyak.
Dalam buku Mesjid Pulau Penyengat yang disusun Hasan Junus disebutkan, pembangunan mesjid itu secara besar-besaran dilakukan ketika Raja Abdul Rahman memegang jabatan Yang Dipertuan Muda Riau-Lingga (1832-1844), menggantikan Raja Jaafar. Tak lama setelah memegang jabatan itu yaitu pada tanggal 1 Syawal tahun 1284 H (1832 M) atau 165 tahun yang lalu, setelah usai shalat Ied, ia menyeru masyarakat untuk ber-fisabilillah atau beramal di jalan Allah.

Caranya adalah dengan membangun mesjid di atas tapak mesjid yang lama. Suatu mesjid yang dapat meninggalkan zaman yaitu dapat digunakan mulai saat dibina sampai kepada anak cucu mendatang. Seruan ber-fisabilillah itu sangat kuat bergaung, setelah seruan serupa dikumandangkan dalam perang Riau, sehingga berduyun-duyunlah masyarakat datang dari berbagai tempat untuk bergotong-royong. Khusus pada sepekan pertama, para lelaki selain penjaga malam, dilarang keluar rumah agar siangnya dapat menyumbangkan tenaganya untuk mesjid. Akhirnya, pembuatan fondasi mesjid selesai dikerjakan selama tiga pekan.
Putih Telur dan Semen Untuk Perekat Batu
Tidak saja tenaga, mereka juga menyumbangkan makanan seperti beras, sagu, dan lauk-pauk termasuk telur ayam. Makanan itu berlimpah-ruah, bahkan konon putih telur sampai tidak habis dimakan. Atas saran tukang pada bangunan induk mesjid, putih telur itu akhirnya dicampur dengan semen untuk perekat batu. Itulah sebabnya mengapa banyak masyarakat menyebutkan bahwa mesjid tersebut dibuat dari telur.
Kini kawasan mesjid itu berukuran 54,4 x 32,2 meter. Bangunan induknya adalah 29,3 x 19,5 meter, disangga oleh empat tiang. Lantai bangunannya dibuat dari batu bata tanah liat. Di halaman mesjid, terdapat dua buah rumah sotoh yang diperuntukkan bagi musafir dan tempat musyawarah. Selain itu terdapat juga dua balai, tempat orang biasanya menghidangkan makanan ketika kenduri dan untuk berbuka puasa yang disediakan pengurus mesjid setiap hari seperti juga tahun ini. Khusus bangunan induk, Raja Hamzah Yunus mengatakan, “Tidak ada perubahan semenjak pertama dibangun oleh Raja Abdul Rahman.”
Tak pelak lagi, keberadaannya memang amat lain dibandingkan mesjid semula yang terbuat dari kayu. Seperti dikisahkan dalam Mesjid Pulau Penyengat, semula mesjid itu berlantai batu merah empat persegi, sedangkan dindingnya terbuat dari kayu cengal (Balanocarpus heimii) yang didatangkan dari Selangor (kini masuk Malaysia). Atapnya terbuat dari kayu bekian. Hanya terdapat sebuah menara setinggi 12 hasta, ditambah sebuah kubah berukuran 17 hasta. Mesjid ini diberi pagar hidup dengan pohon-pohonan yang tumbuh merimbun.
Patutlah diakui bahwa bentuk Mesjid Sultan di Penyengat kini sangat unik. Sulit bagi orang untuk menentukan asal arsitekturnya. Ada yang mengatakan, mesjid ini bergaya India berkaitan dengan tukang-tukang dalam membuat bangunan utamanya adalah orang-orang India yang didatangkan dari Singapura. Tetapi yang jelas, arsitektur mesjid merupakan gaya campuran dari berbagai wilayah budaya seperti Arab, India, dan Nusantara. Dalam dua kali pameran mesjid pada Festival Istiqlal di Jakarta (1991-1995) disebutkan bahwa Mesjid Sultan ini merupakan mesjid pertama di Indonesia yang memakai kubah.
Terdapat 13 kubah di mesjid itu yang susunannya bervariasi seperti ada “kelompok” kubah dengan jumlah tiga dan empat kubah. Ditambah dengan empat menara yang masing-masing memiliki ketinggian 18,9 meter, maka dapatlah dijumlahkan bahwa bubung yang dimiliki mesjid tersebut sebanyak 17 buah. Ini diartikan sebagai jumlah rakaat dalam shalat yang harus dilakukan oleh setiap umat Islam dalam sehari semalam yakni subuh (dua rakat), zuhur (empat rakaat), asyar (empat rakat), maghrib (tiga rakaat), dan isya (empat rakaat).
Keunikan di dalam mesjid masih banyak. Paling menarik perhatian adalah terdapatnya mushaf Alquran tulis tangan yang diletakkan dalam peti kaca di depan pintu masuk. Mushaf ini ditulis oleh Abdurrahman Stambul tahun 1867. Ia adalah salah seorang putra Riau yang dikirim Kerajaan Riau-Lingga untuk menuntut ilmu di Istambul, Turki. Disebabkan tempat belajarnya, penulisan mushaf Alquran itu bergaya Istambul yang dikerjakannya sambil mengajar agama Islam di Penyengat.
Alquran tulis tangan lain yang ada di mesjid itu dan tidak diperlihatkan kepada umum, ternyata lebih tua yakni dibuat tahun 1752. Uniknya, di bingkai mushaf yang tidak diketahui penulisnya ini terdapat tafsiran-tafsiran dari ayat-ayat Alquran, bahkan terdapat berbagai terjemahan dalam bahasa Melayu terhadap kata per kata di atas tulisan ayat-ayat tersebut. Ini menunjukkan bahwa di sisi lain, orang-orang Melayu tidak saja menulis ulang mushaf, tetapi juga coba menerjemahkannya.
Tentu saja mushaf tersebut tidak dapat diperlihatkan kepada umum karena sudah amat rusak. Mushaf ini tersimpan bersama 300-an kitab dalam dua lemari di sayap kanan depan mesjid. Kita-kitab tersebut adalah sisa-sisa kitab yang dapat diselamatkan dari perpustakaan Kerajaan Riau-Lingga, Kutub Khanah Marhum Ahmadi, yang tidak terbawa bersama eksodusnya masyarakat Riau awal abad ke-20 ke Singapura dan Johor. Dalam suatu kunjungannya tahun 1970-an, Buya Hamka menilai bahwa buku-buku tersebut merupakan buku-buku penting yang tinggi nilainya dalam Islam.
Benda yang juga cukup menarik perhatian di mesjid ini adalah mimbar yang terbuat dari kayu jati. Sebuah sumber menunjukkan bahwa mimbar ini sengaja ditempah di Jepara, Jawa Tengah, sebanyak dua mimbar. Satu mimbar diletakkan di Mesjid Sultan di Penyengat ini, sedangkan mimbar lain yang berukuran lebih kecil, diletakkan pada mesjid di Daik. Jepara, memang sudah lama dikenal di Riau, bahkan misi dagang Riau yang dipimpin Raja Ahmad, sempat berada di wilayah itu tahun 1826. Di antara anggota misi ini adalah pujangga Raja Ali Haji yang keranda (peti mati) untuknya sempat juga dibuat di Jepara karena ia sakit keras ketika berada di situ.
Hasan Junus mengatakan, di dekat mimbar itu disimpan sepiring pasir yang dikatakan berasal dari Makkah al-Mukarramah, melengkapi benda-benda lain semacam permadani Turki dan lampu kristal. Pasir ini dibawa oleh Raja Ahmad Engku Haji Tua yang dikenal sebagai bangsawan Riau pertama mengerjakan haji tahun 1820-an, hasil perdagangannya di Jawa sampai ke Betawi. Pasir tersebut senantiasa digunakan masyarakat dalam upacara jejak tanah, suatu tradisi menginjak tanah untuk pertama kali bagi kanak-kanak.
penampilan suasana dalam Idul Fitri dan lintasan sejarah yang dikandung Mesjid Sultan itu yang agaknya “mengusik” hati orang luar datang mengerjakan shalat Idul Fitri atau Jumat (lihat: Naksabandiyah dan Berbagai Kegiatan).
Pada gilirannya, kunjungan pendatang dari luar itu merupakan hikmah tersendiri bagi Mesjid Sultan. Ini terbukti banyaknya uang terkumpul dari infak dan sedekah pengunjung. Seorang pejabat Departemen Perhubungan di Jakarta beberapa tahun lalu sempat terkagum-kagum sambil mengatakan bagaimana sebuah mesjid yang berada di desa dengan mata pencaharaian penduduk adalah buruh dan pegawai negeri, memiliki kas di atas Rp 100 juta.
Keterangan terbaru menyebutkan, kas tersebut kini sudah membengkak menjadi Rp 200 juta lebih. Uang inilah yang dikelola untuk berbagai kegiatan seperti pendidikan keagamaan bagi kanak-kanak. Setiap bulan Ramadhan, pengurus menyediakan makanan berbuka puasa bagi 40 orang.
Tak ada syarat untuk itu kecuali memang berpuasa dan memerlukannya. Selebihnya, dana tersebut diperlukan untuk memakmurkan mesjid.
Bayangkan saja, untuk memperindah mesjid, baru-baru ini dipasang lampu mewah pada dua menara mesjid seharga Rp 12 juta. Tak pelak lagi, dari Tanjungpinang, menara mesjid itu terlihat bagai mercusuar-seperti menjalani fungsi mercusuar sebenarnya agar orang tidak tersesat berlayar pada malam hari. Menaranya yang terang benderang terlihat seperti dua belah tangan yang mengaminkan doa ke langit, sekaligus mengingatkan orang akan wujud Allah.
Pengurus mesjid pula tampaknya tidak terlalu ortodoks terhadap pengunjung yang setiap hari mengunjunginya dalam angka relatif-dapat mencapai 1.000 orang pada hari Minggu atau pada hari libur. Mereka dipersilakan melihat-lihat keadaan mesjid setiap saat. Tentu saja, kegiatan melihat-lihat itu tidak lepas dari usaha agar tetap mengingatkan diri kepada Allah, sehingga seorang pengunjung tetap dituntut berlaku sopan. Pengunjung lelaki misalnya, tidak diperkenankan naik ke mesjid kalau hanya memakai celana pendek. Selain itu orang tidak dibenarkan mengambil foto di dalam mesjid.
Tak hanya sampai di situ. Fasilitas mesjid dapat digunakan untuk berbagai kegiatan sosial keagamaan. Dua balai yang berada di halaman mesjid, dapat dijadikan tempat diskusi keagamaan dan kebudayaan. Tahun lalu misalnya, pengurus membenarkan pengisi kegiatan Hari Raja Ali Haji mengadakan kegiatan di dalam kompleks mesjid seperti bimbingan penulisan kreatif dan latihan membacakan syair dan Gurindam Duabelas.
Ya, Mesjid Sultan merupakan salah satu dari belasan obyek wisata di Pulau Penyengat sebagai obyek wisata andalan Riau, apalagi dalam saat hari raya seperti sekarang. Tetapi untuk soal agama, Mesjid Sultan tidak bisa ditawar-tawar karena fungsinya tetaplah sebagai rumah ibadah. Mesjid ini seolah-olah hendak mengatakan bahwa pandangan terhadap dunia tidak mungkin ditutup, tetapi pandangan kepada akhirat tetap dibuka selebar-lebarnya. (*)

Artikel Beberapa Cara Budidaya Sagu Supaya Dapat Mencapai Hasil Maksimal

Cara Budidaya Sagu, Diindonesia sagu memang bukan yaitu salah satu bahan pangan pokok, tapi ketika ini peran sagu dapat menolong persediaan pengganti bahan pokok beras. dikala ini sagu bisa diolah menjadi sebagian variasi produk yang sungguh-sungguh banyak diminati oleh masyarakat. Cek informasi tentang jual bibit pohon disini.

Sagu adalah tepung atau olahan yang diperoleh dari pemrosesan selasar batang rumbia atau "pohon sagu" (Metroxylon sagu Rottb.). Tepung sagu mempunyai karakteristik lahiriah yang mirip dengan tepung tapioka. Dalam resep masakan, tepung sagu yang relatif sulit didapat tak jarang diganti dengan tepung tapioka sehingga namanya sering kali kali dipertukarkan, padahal kedua tepung ini berbeda. Sagu merupakan makanan pokok bagi masyarakat di Maluku dan Papua yang tinggal di pesisir. Sagu dimakan dalam format papeda, semacam bubur, atau dalam olahan lain. Sagu sendiri dijual sebagai tepung curah ataupun yang dipadatkan dan dikemas dengan daun pisang. Selain itu, dikala ini sagu juga diolah menjadi mi. Sebagai sumber karbohidrat, sagu memiliki keunikan karena diproduksi di daerah rawa-rawa (habitat natural rumbia). Kondisi ini memiliki profit ekologis tersendiri, sedangkan secara ekonomis kurang menguntungkan (menyulitkan distribusi).

1. Metode Menanam Sagu
Supaya anda meraih berhasil dalam budidaya sagu ini, anda sepatutnya memperhatikan dengan baik dan benar cara menanam sagu ini, supaya tanaman sagu yang akan anda tanam dapat tumbuh dan berkembang dengan bagus. cara tanam sagu yang wajib anda lakukan adalah dengan penentuan pola tanam. Ini bisa dijalankan dengan sistem menggali lubang satu minggu sebelum penanaman, ukuran lubang mesti anda buat yakni 30x30x30cm. Setelah menjalankan hal hal yang demikian, anda bisa langsung membenamkan dengkel ke dalam lubang tanaman. Komponen pangkal dari dengkel yang telah anda siapkan tadi ditutup dengan tanah yang bercampur dengan gambut. Tanah ragam ini benar-benar baik untuk pertumbuhan sagu.

Kerja metode menanam yang berikutnya merupakan dengan menutup tanah hasil penanaman sagu tadi. Satu hal penting yang mesti diingat merupakan tanah penutup sebaiknya jangan ditekan dan dengkel jangan sampai bergerak. Tanah lapisan pada bagian atas patut diomasukan sampai dengan separo lubang, dan apabila memungkinkan anda dapat mencampurkan puing-puing akar didalamnya.

2. Progres Pemilihan Benih
Sebelum menjalankan penanaman pada tanaman ini, betapa bagusnya apabila anda memilih benih yang umurnya kurang dari 1 tahun. Bibit hal yang demikian juga dianjurkan memiliki diameter 10 sampai dengan 13 cm. Berat bibit yang dianjurkan merupakan 2 sampai dengan 3 kg.
Pemilihan benih tanaman sagu juga tak boleh sembarangan. Anda patut memilih benih sagu yang unggul supaya dapat mendapatkan tanaman sagu yang tidak bermasalah pada dikala penanaman atau pemanenan. Tanaman sagu memerlukan air yang cukup juga jadi lakukanlah penyiraman terhadap tanaman ini secara rutin.

3. Metode Perbanyakan Tanaman Sagu
Sebagai kabar tambahan, tanaman sagu ini juga bisa diperbanyak dengan melakukan perbanyakan, baik itu menggunakan metode vegetatif maupun cara generatif. Metode generatif paling banyak dipilih karena metode ini dilakukan dengan menerapkan biji yang berasal dari buah yang sudah tua dan rontok dari pohonnya. Biji yang dipilih mesti biji yang berasal dari induk pohon yang baik sehingga akan menjadikan anakan yang baik pula.

4. Progres Pemeliharaan
Agar tanaman sagu dapat tumbuh dengan bagus anda seharusnya mengerjakan perawatan yang bagus pula pada tanaman sagu ini, maka sagu akan bisa menjadi komoditas bisnis yang bisa dimanfaatkan untuk mencari banyak keuntungan. Metode merawat sagu dari hama, misalnya kumbang juga semestinya dikerjakan. Pohon yang terkena serangan dari kumbang ini dapat ditebang atau dibakar, sementara anda juga bisa melakukan pencegahan dengan cara menggunakan musuh alami dari kumbang hal yang demikian.

Setelah tumbuh besar, tanaman sagu ini akan menjadi pohon sagu yang besar dan anda bisa memberikan anda hasil panen yang memuaskan. Pastikan untuk tak membiarkan tanaman sagu yang anda miliki diserang oleh kumbang sagu sebab hama inilah yang menyebabkan kematian mendadak bagi pohon sagu. Pakai insectisida untuk membasmi kumbang hal yang demikian.

5. Kerja Panen

Sagu dipanen dengan tahap sebagai berikut:
Pohon sagu dirubuhkan dan dipotong sampai tersisa batang saja.
Batang dibelah memanjang sehingga komponen dalam terbuka.
Bagian teras batang dicincang dan diambil.
Selasar batang yang diambil ini lalu dihaluskan dan disaring.
Hasil saringan dicuci dan patinya diambil.
Pati diolah untuk dihasilkan tepung atau dikemas dengan daun pisang (dinamakan "basong" di Kendari).

Pohon sagu bisa tumbuh hingga setinggi 20 m, pun 30 m. Dari satu pohon dapat dihasilkan 150 sampai 300 kg pati. Suatu survei di Kabupaten Kendari menampilkan bahwa untuk mengolah dua pohon sagu dibutuhkan 4 orang yang berprofesi selama 6 hari. Tanaman sagu bisa berperan sebagai pengaman lingkungan sebab dapat mengabsorbsi emisi gas karbondioksida yang berasal dari lahan rawa dan gambut ke udara (Bintoro, 2008).

Selasa, 08 Januari 2019

Mencari Makna Hidup Yang Benar

Untuk menemukan makna hidup yang benar, maka kita perlu merujuk ke rujukan yang dijamin kebenarannya yang tiada lain adalah Al Quran yang merupakan firman Allah Yang Menghidupkan semua manusia. Tentu saja, Allah Subhaanahu Wa Ta’ala yang paling mengetahui tentang hidup kita termasuk makna hidup kita.
Bolehkan kita mencari makna hidup dibawah bimbingan motivator? Tentu saja boleh, jika motivator tersebut merujuk pula kepada Al Quran dan hadits. Jika rujukannya bukan Al Quran dan Hadits, maka kita perlu memikirkannya lagi.
Adakah kebenaran universal? Ya, tentu saja. Kebenaran universal itu Al Quran sendiri. Hanya saja, ada orang-orang yang tidak mau mengikuti kebenaran Al Quran sehingga membuat “kebenaran baru” yang mereka terima. Ini masalah iman, perbedaan antara orang yang beriman dan tidak. Jika Anda orang yang beriman, tentu Anda akan menerima dengan sepenuh hati bahwa Al Quran adalah sumber kebenaran sejati, bukan yang lain.
Untuk itu, dalam mencari makna hidup, kita harus bertanya: “apa itu hidup menurut Al Quran?”. Silahkan baca dan gali Al Quran. Silahkan meminta bimbingan ulama yang memahami tafsir Al Quran. Silahkan baca tafsir-tafsir Al Quran yang ditulis oleh ulama terpercaya.

Lalu Apa Makna Hidup Menurut Al Quran?

Sekali lagi, Anda bisa mendalami Al Quran untuk menemukan makna hidup yang sebenarnya. Berikut adalah beberapa pemahaman inti tentang makna hidup menurut Al Quran.
Pertama: Hidup Adalah Ibadah
Pada intinya, arti hidup dalam Islam ialah ibadah. Keberadaan kita dunia ini tiada lain hanyalah untuk beribadah kepada Allah. Makna ibadah yang dimaksud tentu saja pengertian ibadah yang benar, bukan berarti hanya shalat, puasa, zakat, dan haji saja, tetapi ibadah dalam setiap aspek kehidupan kita.
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS Adz Dzaariyaat:56)
Kedua: Hidup Adalah Ujian
Allah berfirman dalam QS Al Mulk [67] : 2 yang terjemahnya,
(ALLAH) yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
Allah akan menguji manusia melalui hal-hal sebagai berikut sesuai dengan QS Al Baqarah [2]:155-156 sbb,
dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.”
Ketiga: Kehidupan di Akhirat Lebih Baik dibanding Kehidupan di Dunia
Dalam QS Ali ‘Imran [3]:14, “ dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).“
QS Adh Dhuha [93]:4, “dan sesungguhnya hari kemudian (akhirat) itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).”
. Atur kecerahan pada level yang paling rendah. Kecerahan layar merupakan penyumbang utama penggunaan baterai telepon.
2. Atur nada dering ke mode hening tanpa getar
3. Tutup data internet. Buka internet seperlunya
4. Mau yang lebih ekstrem? Atur gawai kamu ke mode penerbangan. Ini akan menutup data internet dan panggilan telepon.
5. Jangan main game di smartphone. Permainan di ponsel akan meggunakan pemrosesan CPU dan grafik telepon yang sangat tinggi.
6. Jangan sering-sering nyala dan matikan telepon karena itu bisa memboroskan baterai.
7. Jika memerlukan data internet, tapi di kawasan Anda hanya ada internet 3G atau lebih rendah, lebih baik ditutup sementara paket datanya. Data internet yang paling hemat baterai adalah 4G. Teknologi internet yang paling baru akan memastikan penggunaan baterai lebih optimal.
. Atur kecerahan pada level yang paling rendah. Kecerahan layar merupakan penyumbang utama penggunaan baterai telepon. 2. Atur nada dering ke mode hening tanpa getar
3. Tutup data internet. Buka internet seperlunya
4. Mau yang lebih ekstrem? Atur gawai kamu ke mode penerbangan. Ini akan menutup data internet dan panggilan telepon.
5. Jangan main game di smartphone. Permainan di ponsel akan meggunakan pemrosesan CPU dan grafik telepon yang sangat tinggi.
6. Jangan sering-sering nyala dan matikan telepon karena itu bisa memboroskan baterai.
7. Jika memerlukan data internet, tapi di kawasan Anda hanya ada internet 3G atau lebih rendah, lebih baik ditutup sementara paket datanya. Data internet yang paling hemat baterai adalah 4G. Teknologi internet yang paling baru akan memastikan penggunaan baterai lebih optimal.
KOMPAS.com — Potensi untuk kehabisan baterai saat perjalanan mudik cukup besar karena durasi waktu yang panjang. Terlebih lagi bila terjebak kemacetan. Perangkat baterai portabel atau yang lebih dikenal dengan sebutan powerbank bisa jadi penyelamat di saat-saat genting. Meski demikian, sebenarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghemat baterai tanpa bergantung dengan powerbank. Berikut beberapa cara mudah untuk menghemat daya baterai yang dikutip KompasTekno dari berbagai sumber. 1. Matikan sinyal radio Sering kali, di beberapa daerah tertentu, smartphone bisa kehilangan sinyal. Hal tersebut dapat terjadi karena menara pemancar sinyal berada jauh dari lokasi smartphone atau trafiknya sedang penuh. Apabila sinyal hilang atau melemah, sistem smartphone biasanya akan terus mencari koneksi terbaik. Pencarian sinyal secara terus menerus dapat membuat baterai habis dengan cepat. Oleh karena itu, sebaiknya matikan saja sinyal radio, jika pengguna benar-benar yakin tidak akan mendapatkan sinyal dalam beberapa waktu. Biasanya, pilihan untuk mematikan sinyal radio terdapat di menu "Setting". Matikan juga fitur WiFi dan Bluetooth apabila sedang tidak digunakan. Kedua perangkat tersebut juga dapat membuat baterai smartphone cepat habis. 2. Aktifkan Airplane Mode Tidak mau terlalu repot-repot dalam mengatur sinyal? Pengguna dapat dengan mudah mematikan semua sinyal radio yang ada di smartphone hanya dengan sebuah mode, yaitu Airplane Mode. Dengan menyalakan Airplane Mode, semua sinyal radio, baik GSM, WiFi, maupun Bluetooth, akan langsung dimatikan. 3. Matikan fitur getar (vibrate) Fitur getar terkadang dapat sangat membantu apabila ada panggilan telepon atau pesan yang masuk pada saat pengguna sedang rapat atau di tempat lain yang membutuhkan ponsel dalam keadaan silent. Namun, sebenarnya fitur getaran ini membutuhkan daya baterai lebih banyak dibandingkan ringtone biasa. Berdasarkan fakta tersebut, apabila pengguna sedang tidak membutuhkan fitur ini, sebaiknya matikan fitur getar yang ada di smartphone. 4. Tutup aplikasi yang jarang dipakai Ada banyak aplikasi yang jarang dipakai. Sebagai contoh, aplikasi pengecekan skor pertandingan sepak bola Livescore. Kemungkinan besar, aplikasi tersebut hanya dipakai satu minggu sekali pada saat sedang ada pertandingan. Nah, sebaiknya tutup aplikasi yang jarang dilihat seperti itu. Sebab, sebenarnya aplikasi itu tetap berjalan di background, meski Anda tidak melihatnya sepanjang satu minggu itu. Berjalan di background berarti tetap memerlukan daya pemrosesan. Sebaliknya, jangan tutup aplikasi yang sering digunakan karena ini malah berpotensi memboroskan baterai. Saat sebuah aplikasi dimatikan, data-data program bersangkutan dihapus dari memori (RAM). Ketika aplikasi itu kemudian dipanggil lagi, perangkat terpaksa "memanggil ulang" data-data yang diperlukan dan menyimpannya di dalam RAM. Ini membutuhkan pemrosesan sistem. Memang berjalan di background berarti menyerap baterai, tetapi tidak akan menghabiskan baterai sebesar saat pengguna menutup dan membuka sebuah aplikasi secara berulang-ulang. 5. Jangan "streaming" Kurangi kegiatan streaming apabila tidak ingin baterai habis dengan cepat. Menonton video atau mendengarkan musik via layanan streaming memang menyenangkan, tetapi kegiatan ini akan "memaksa" sistem ponsel terus bekerja dan akhirnya membuat baterai cepat habis.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Cara Menghemat Baterai Smartphone Selama Perjalanan Mudik", https://tekno.kompas.com/read/2017/06/21/19410067/7.cara.menghemat.baterai.smartphone.selama.perjalanan.mudik.
KOMPAS.com — Potensi untuk kehabisan baterai saat perjalanan mudik cukup besar karena durasi waktu yang panjang. Terlebih lagi bila terjebak kemacetan. Perangkat baterai portabel atau yang lebih dikenal dengan sebutan powerbank bisa jadi penyelamat di saat-saat genting. Meski demikian, sebenarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghemat baterai tanpa bergantung dengan powerbank. Berikut beberapa cara mudah untuk menghemat daya baterai yang dikutip KompasTekno dari berbagai sumber. 1. Matikan sinyal radio Sering kali, di beberapa daerah tertentu, smartphone bisa kehilangan sinyal. Hal tersebut dapat terjadi karena menara pemancar sinyal berada jauh dari lokasi smartphone atau trafiknya sedang penuh. Apabila sinyal hilang atau melemah, sistem smartphone biasanya akan terus mencari koneksi terbaik. Pencarian sinyal secara terus menerus dapat membuat baterai habis dengan cepat. Oleh karena itu, sebaiknya matikan saja sinyal radio, jika pengguna benar-benar yakin tidak akan mendapatkan sinyal dalam beberapa waktu. Biasanya, pilihan untuk mematikan sinyal radio terdapat di menu "Setting". Matikan juga fitur WiFi dan Bluetooth apabila sedang tidak digunakan. Kedua perangkat tersebut juga dapat membuat baterai smartphone cepat habis. 2. Aktifkan Airplane Mode Tidak mau terlalu repot-repot dalam mengatur sinyal? Pengguna dapat dengan mudah mematikan semua sinyal radio yang ada di smartphone hanya dengan sebuah mode, yaitu Airplane Mode. Dengan menyalakan Airplane Mode, semua sinyal radio, baik GSM, WiFi, maupun Bluetooth, akan langsung dimatikan. 3. Matikan fitur getar (vibrate) Fitur getar terkadang dapat sangat membantu apabila ada panggilan telepon atau pesan yang masuk pada saat pengguna sedang rapat atau di tempat lain yang membutuhkan ponsel dalam keadaan silent. Namun, sebenarnya fitur getaran ini membutuhkan daya baterai lebih banyak dibandingkan ringtone biasa. Berdasarkan fakta tersebut, apabila pengguna sedang tidak membutuhkan fitur ini, sebaiknya matikan fitur getar yang ada di smartphone. 4. Tutup aplikasi yang jarang dipakai Ada banyak aplikasi yang jarang dipakai. Sebagai contoh, aplikasi pengecekan skor pertandingan sepak bola Livescore. Kemungkinan besar, aplikasi tersebut hanya dipakai satu minggu sekali pada saat sedang ada pertandingan. Nah, sebaiknya tutup aplikasi yang jarang dilihat seperti itu. Sebab, sebenarnya aplikasi itu tetap berjalan di background, meski Anda tidak melihatnya sepanjang satu minggu itu. Berjalan di background berarti tetap memerlukan daya pemrosesan. Sebaliknya, jangan tutup aplikasi yang sering digunakan karena ini malah berpotensi memboroskan baterai. Saat sebuah aplikasi dimatikan, data-data program bersangkutan dihapus dari memori (RAM). Ketika aplikasi itu kemudian dipanggil lagi, perangkat terpaksa "memanggil ulang" data-data yang diperlukan dan menyimpannya di dalam RAM. Ini membutuhkan pemrosesan sistem. Memang berjalan di background berarti menyerap baterai, tetapi tidak akan menghabiskan baterai sebesar saat pengguna menutup dan membuka sebuah aplikasi secara berulang-ulang. 5. Jangan "streaming" Kurangi kegiatan streaming apabila tidak ingin baterai habis dengan cepat. Menonton video atau mendengarkan musik via layanan streaming memang menyenangkan, tetapi kegiatan ini akan "memaksa" sistem ponsel terus bekerja dan akhirnya membuat baterai cepat habis.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Cara Menghemat Baterai Smartphone Selama Perjalanan Mudik", https://tekno.kompas.com/read/2017/06/21/19410067/7.cara.menghemat.baterai.smartphone.selama.perjalanan.mudik.

internet pertamaku

Assalamu'alaikum...
Selamat pagi.
Perkenalkan nama saya sera yuhana,nama panggilan saya sera .Umur saya 19 tahun ..saya tamatan dari Ma raudahtul mubtadiin kundur,dan sekarang saya melanjutkan pendidikan di widya informatika selat panjang DI IK-01.

Pada hari rabu tanggal 9-November-2019 hari ini kali pertama saya  belajar membuat dan mengenal blog pada internet..Alhamdulilah sedikit demi sedikit saya bisa mengenal internet  lebih jauh lagi,karna saya di bimbing oleh ibuwati..
Dengan mengenal internet tentu bnayak sekali manfaat yang saya peroleh ..karna dari internet semua informasi-informasi yang dicari lengkap, mudah, dan cepat ..internet juga mempermudah ank-anak sekolah mengerjakan tugas yang belum mereka ketahui.dan masih bnyak lagi kegunan internet.

Sekian dari saya tentang internet pertamaku..dan terimakasih kepada ibu wati yang telah membimbing saya dengan pertama kali saya mengenal internet sampai saya biasa. Smoga ibu selalu dalam keadaan sehat walafiat ..
Terimaksaih ibu..

Assalamu'alaikum wr.wb.